Banda Aceh, 2 Agustus 2025 – Dalam upaya meningkatkan kompetensi guru dan mendorong implementasi pembelajaran berbasis proyek (Project-Based Learning/PJBL) di sekolah, Dinas Pendidikan Aceh bekerja sama dengan Departemen Fisika FMIPA Universitas Syiah Kuala (USK) dan Pusat Riset STEM USK menyelenggarakan Pelatihan STEMC (Science, Technology, Engineering, Mathematics, and Characters) selama empat hari, mulai dari tanggal 30 Juli hingga 2 Agustus 2025.

Kegiatan ini diawali dengan pembukaan resmi di Ruang Senat FMIPA USK yang dibuka langsung oleh Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Bapak Marthunis, ST., D.E.A. serta turut didampingi oleh Dekan Fakultas MIPA USK, Bapak Prof. Dr. Taufik Fuadi Abidin, S.Si, M.Tech. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan pentingnya peran guru dalam mendesain pembelajaran yang mampu merangsang kreativitas, berpikir kritis, serta penguasaan teknologi di era digital saat ini. “STEM bukan hanya tentang sains dan teknologi, namun juga tentang membentuk karakter generasi muda yang inovatif dan adaptif terhadap tantangan zaman,” ungkapnya.

Selama pelatihan, peserta mendapatkan materi intensif yang disampaikan oleh tim ahli dari Departemen Fisika FMIPA USK dan Pusat Riset STEM USK. Materi pelatihan dilaksanakan di Hotel Mita Mulia, Darussalam, yang mencakup pendekatan pembelajaran STEM, Pengantar Sensor dan Mikrokontroler, Pengantar AI dan IoT. Salah satu kegiatan unggulan adalah praktikum penggunaan Arduino sebagai media untuk mengembangkan proyek-proyek inovatif, yang dilaksanakan di Laboratorium Fisika Dasar FMIPA USK.

Pelatihan ini diikuti oleh 20 peserta terpilih dari seluruh kabupaten/kota di Aceh, yang merupakan perwakilan terbaik dari lebih dari 200 guru yang mendaftar. Para peserta merupakan guru jenjang SMA dengan latar belakang bidang studi IPA (Fisika, Kimia, Biologi), Matematika, serta Informatika/TIK.

Tujuan utama dari kegiatan ini adalah untuk memberikan penguatan kapasitas guru dalam mendesain proyek inovatif berbasis STEM, yang nantinya dapat diimplementasikan di sekolah masing-masing. Diharapkan, guru-guru peserta mampu menjadi agen perubahan yang mengimbas guru-guru lain dalam kelompok MGMP dan meningkatkan minat siswa dalam bidang STEM melalui pembelajaran yang kontekstual dan menarik.

Pelatihan STEMC ini menjadi langkah strategis dalam mendukung kebijakan pendidikan Aceh menuju pendidikan berkualitas dan berkarakter, serta mendorong lahirnya generasi muda yang unggul dalam bidang sains dan teknologi.

Categories: